Panduan Membuat Surat Jual Beli Tanah

Memahami tentang contoh surat jual beli tanah itu sangat penting sekali! Karena contoh surat perjanjian tentang jual beli tanah itu berguna sekali untuk Anda yang ingin menjual rumah dan tanah ataupun untuk membeli tanah dan rumah. Bagaimanapun juga, jual beli properti itu adalah salah satu transaksi terbesar bagi setiap orang. Sehingga, ada beberapa point penting yang harus diperhatikan terlebih dahulu sebelum membeli tanah.

Salah satu point penting yang harus diperhatikan ketika ingin membeli tanah adalah, Anda harus memastikan dulu kepemilikan terhadap tanahnya tersebut. Anda harus memastikan terlebih dahulu tentang apakah benar tanah tersebut dijual oleh hak milik orang yang berhak, atau tanah yang dijual adalah tanah warisan, dan lain-lain. Dengan cara inilah Anda bisa terhindar dari terjadinya masalah kasus tanah sengketa.

Tak hanya itu saja, ketika Anda ingin membeli tanah, maka legalnya surat perjanjian jual beli tanah itu harus benar-benar diperhatikan dengan baik. Hal ini berguna sekali untuk mencegah hal-hal yang tidak Anda inginkan. Sebaiknya Anda harus membuat surat perjanjian dulu sebelum tanah tersebut diaktakan.


Panduan Membuat Surat Jual Beli Tanah


Manfaat dengan adanya surat inilah nantinya tidak hanya sekedar dapat melindungi Anda sebagai seorang pembeli dari tinjakan penipuan, namun surat ini juga bisa melindungi Anda saat menjadi pihak penjual. Intinya adalah surat perjanjian ini bisa mengantisipasi bila ternyata ada salah satu pihak yang telah melakukan wanprestasi atau ingkar janji.

Untuk pembuatan surat perjanjian jual beli tanah ini bisa dilakukan atas bantuan agen properti di rumah.com dan juga lewat pemilik tanah. Maka dari itulah, supaya Anda bisa aman dalam melakukan transaksi jual beli tanah, sebaiknya simak dulu beberapa tips membuat surat perjanjian jual beli tanah berdasarkan contohnya seperti yang ada di bawah ini:

Surat Perjanjian Jual Beli Tanah
Kesepakatan untuk jual beli ini telah dibuat dan juga ditandatangani di hari ini, 29 September 2018, oleh:

I.
Nama : Eka Arif Setiawan
No. KTP : 1398435518288
Alamat : Jl Pondok Raya 13, Cipinang, Jakarta Timur
Status Perkawinan : Belum Menikah
Untuk selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA;

II.
Nama : Sinta Rizki Fadila
No. KTP : 121112234123
Alamat : Jl Raya No. 112, Pamulang, Tangerang Selatan
Status Perkawinan : Belum Menikah
Untuk selanjutnya akan disebut sebagai PIHAK KEDUA;
Selanjutnya, dari pihak pertama dan juga pihak kedua disebut dengan “para pihak” dan secara sendiri disebut juga dengan “pihak”. “Para pihak” nanti akan menerangkan beberapa hal di bawah ini:

Pihak pertama adalah pemilik yang yang sedang dikuasakan pemilik dan berhak atas tanah dengan SHM seluas 100 meter persegi dan bertempat di alamat:

Jl Mawar Hitam 90 No. 11, Kelurahan Malaka Jaya, Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur dengan batasan tanah di bawah ini:

·         Sebelah Barat : berbatasan SDN 07 Malaka Jaya
·         Sebelah Timur : berbatasan Mushalla Rampai
·         Sebelah Utara : berbatasan TK Asih
·         Sebelah Selatan : berbatasan Gereja Oikoumene Malaka Jaya
·         Berikutnya akan disebut juga dengan “Objek Kesepakatan”.

Pihak pertama akan melakukan penjualan dengan objek kesepakatan itu dan memakai jasa rumah properti sebagai agen penjualan untuk memasarkan dan dengan ini akan memberi wewenang pada pihak rumah properi untuk meneripa titipan pembayaran tanda jadi atau titipan pembayaran uang muka dari pihak kedua;

Pihak kedua merupakan pihak yang bermaksud membeli objek kesepakatan dari pihak pertama.
Berkaitan dengan hal tersebut, maka para pihak sepakat dan juga setuju untuk mengadakan kesepakatan berdasarkan berikut ini:

PASAL 1
Objek Kesepakatan & Harga Transaksi
Pihak pertama mengikatkan diri menjual dan menyerahkan pad apihak kedua untuk membeli sekaligus menerima penyerahan dari pihak pertama. obejk kesepakatan yang ada dalam kesepakatan ini harga transaksi yang telah disepakati sebesar 300 juta rupiah.
Para pihak setuju bahwa harga transaksinya pada Pasal 1 ayat 1 tidak termasuk:
  1. PPh penjual karena ini kewajiban pihak pertama.
  2. BPHTB, biaya AJB, dan juga biaya Balik Nama adalah kewajiban pihak kedua.


PASAL 2
Tata Cara Transaksi & Jangka Waktu Kesepakatan
Pihak I dan pihak II sepakat bahwa kesepakatan ini harus diselesaikan selambat-lambatnya selama 3 bulan dari kesepakatan ini ditandatangani kedua belah pihak.

Pihak kedua akan melakukan sebuah transaksi dari objek kesepakatan lewat pembayaran uang muka senilai 20 jutaan rupiah dan sesudah kesepakatan ini telah ditandatangani senilai 30 juta rupiah. Sisanya senilai 250 juta rupiah sebagai pelunasan dibayar lunas saat penandatanganan AJB di hadapan PPAT atau PPJB di notaris. Selanjutnya, uang muka yang telah disepakati dititipkan pada pihak rumah properti paling lambat 1 hari dari kesepakatan ini ditandatangani oleh para pihak.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Panduan Membuat Surat Jual Beli Tanah