Gejala Dan Penyebab Terjadinya Alergi Susu

Makanan dan minuman yang kita konsumsi memiliki berbagai kandungan dan nutrisi yang berbeda-beda dari satu jenis terhadap jenis yang lain. Anda bisa menemukan protein, vitamin, mineral, lemak, karbohidrat, dan masih banyak kandungan lain yang dimiliki makanan dan minuman. Jika kita khususkan kepada salah satu jenis, kita bisa menggunakan susu sebagai contoh. Susu adalah minuman yang memiliki kandungan kalsium dan protein hewani yang sangat baik untuk kesehatan tubuh dan tulang. Susu selalu dianjurkan untuk dikonsumsi oleh anak-anak yang sedang mengalami masa pertumbuhan. Hal yang paling diutamakan dalam meminum susu adalah untuk kesehatan tulang. Namun, tidak jarang orang yang tidak mau meminum susu. Hal ini biasanya karena mereka merasa jijik atau mual jika meminumnya. Hal ini masih terbilang lumayan. Ada pula orang yang malah tidak dianjurkan untuk meminum susu. Bagaimana bisa? Susu yang baik untuk tubuh malah tidak dianjurkan untuk diminum. Ternyata, orang tersebut tidak dianjurkan meminumnya karena alergi susu. Iya, susu memang memiliki kandungan yang baik untuk tubuh manusia, namun terkadang ada beberapa zat yang memang tak bisa ditermima oleh tubuh manusia. Lalu, seperti apakah dampak dari alergi ini? Selain itu, bagaimanakah orang tersebut dapat mengalami alergi susu?

Gejala Dan Penyebab Terjadinya Alergi Susu

Alergi susu sebenarnya adalah bentuk respons dari sistem kekebalan tubuh terhadap susu dan/atau produk lain yang memiliki kandungan susu. Bentuk alergi ini biasanya dialami oleh anak-anak yang memang sedang sangat membutuhkan susu untuk pertumbuhan tulangnya. Reaksi dari alergi ini dapat muncul beberapa menit setelah susu dikonsumsi. Alergi yang dimaksud dapat berupa muntah, ruam gatal, napas yang menimbulkan bunyi (mengi), dan gangguan perncernaan. Hal-hal tersebut tnetu akan menyebabkan rasa yang tidak nyaman bagi penderita, apalagi jika yang menderita alergi ini adalah anak-anak. Jika dilihat lebih jauh, alergi ini tidak sama dengan intoleransi terhadap protein susu dan intoleransi terhadap laktosa. Alergi ini sebenarnya sejenis alergi makanan yang disebabkan oleh adanya gangguan pada sistem kekebalan tubuh penderita yang kemudian menganggap kandungan pada protein (yang terdapat di dalam susu) sebagai zat yang berbahaya. Seperti kita tahu, bahwa fungsi dari sistem kekebalan tubuh adalah melindungi tubuh dari berbagai zat atau reaksi yang dianggap sebagai ancaman bagi kesehatan tubuh. Oleh karena itu, ketika hal ini terjadi (susu dianggap sebgai ancaman) maka memicu sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi antibodi immunoglobulin E untuk menetralkan zat yang menimbulkan alergi tersebut (alergen). Proses ini kemudian menghasilkan pelepasan histamin dan zat kimia lain di dalam tubuh yang kemudian menyebabkan munculnya gejala-gejala alergi tertentu. Terdapat dua kandungan utama pada protein yang menyebabkan alergi bisa dialami oleh tubuh manusia, yaitu kasein dan whey. Kasein ditemukan pada bagian susu yang padat, dikenal dengan nama dadih. Whey dapat ditemukan pada bagian susu cair yang tetap ada meski ketika susu mengental. Dua protein ini mungkin sulit untuk dihindari karena ditemukan juga pada makanan olehan susu yang lain.

Orang biasanya mengalami alergi ketika mengonsukmi susu dari bahan hewani, namun tidak ketika mengonsumsi susu kedelai (soybean). Hal ini dikarenkan susu kedelai sebenarnya hanyalah istilah saja. Minuman ini bukan susu yang sesungguhnya. Susu hanya dapat dihasilkan oleh hewan yang menyusui. Jika melihat alergi ini yang cukup sulit untuk dihindari, ternyata alergi ini juga memiliki korelasi dengan beberapa hal lain.

  • Adanya riwayat alergi di keluarga, misalnya hay fever atau rhinitis, asma, dan eksim juga bisa menjadi penyebab terjadinya alergi ini.
  • Anak yang menderita dermatitis atopik, yaitu peradagan kulit juga termasuk faktor lain penyebab alergi.
  • Anak-anak lebih umum menderita reaksi alergi yang biasanya akan membaik setelah sistem pencernaan berkembang seiring pertumbuhan anak.
  • Alergi ini dapat memancing alergi terhadap jenis makanan yang lain.

Orang yang mengalami alergi susu, akan mengalami rekasi yang berbeda satu sama lain. Namun, umumnya satu jam setelah penderita minum susulah rekasi-reaksi tersebut dapat terjadi. Berikut ini adalaah beberapa gejala lain alergi yang membutuhkan waktu lebih lama untuk dirasakan oleh penderita.

  • Hidung berair,
  • kram perut,
  • mata berair,
  • diare,
  • kotoran yang lebih cari (mencret) dan kemungkinan mengandung darah.
  • ruam gatal di sekitar mulut, dan
  • munculnya kolik pada bayi (yang biasanya ditandai dengan menangis tanpa henti.

Reaksi semacam ini bisa dibilang adalah reaki yang sering terjadi ketika seseorang mengalami alergi. Namun, alergi ini juga dapat menyebabkan suatu reaksi yang lebih seius, yaitu anafilaksis. Anafilaksis adalah suatu reaksi alergi parah yang dapat menyebabkan kematian. Susu adalah makanan ketiga setelah kacang dan kacang pohon (mede, hezelnut, dll) yang dapat menyebabkan reaksi anafiklaksis atau reaksi yang dapat menyebabkan kematian.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Gejala Dan Penyebab Terjadinya Alergi Susu