Bagaimana Cara Menghitung Bunga Bank pada Deposito Berjangka?

Deposito berjangka adalah salah satu produk lembaga keuangan atau perbankan, di mana yang yang disetorkan tidak boleh ditarik nasabah selama jangka waktu tertentu. Ada beberapa jangka waktu yang bisa dipilih oleh nasabah, yaitu 1, 3, 6, 12, dan 24 bulan. Apabila nasabah memutuskan untuk mencairkan dana di deposito berjangka sebelum tanggal jatuh tempo, maka ia akan terkena penalti.


Apabila dibandingkan dengan tabungan biasa, deposito berjangka tentu lebih menguntungkan karena tingkat suku bunga bank pada deposito berjangka relatif lebih besar. Sifatnya inilah yang menjadikan deposito juga kerap digunakan sebagai bentuk investasi. Lalu, berapa bunga yang bisa Anda dapat dari menyetorkan dana ke tabungan deposito berjangka?
Kebijakan Deposito Berjangka
Untuk membuka tabungan deposito berjangkan, idealnya Anda akan diminta untuk menyetor dana awal dalam jumlah tertentu yang telah ditetapkan oleh bank. Tentunya setiap bank mempunyai kebijakan masing-masing. Mayoritas bank mengharuskan nasabah untuk menyetor dana minimal sebesar Rp 8 juta hingga Rp 10 juta. Namun, ada pula bank yang mengizinkan nasabah untuk menyetor dana minimal sebesar Rp 1 juta saja. Saat menyetorkan dana, Anda juga akan diminta untuk memilih tenor atau jangka waktu deposito, seperti yang telah disebutkan di atas. Semakin lama tenornya, tentu bunga bank yang akan Anda dapatkan juga semakin tinggi.
Contohnya seperti produk deposito berjangka DBS, yang juga hadir dalam pilihan mata uang asing. Melalui sistem Automotic Rollover/ARO, dana pokok dan bunga bank pada deposito berjangka DBS bisa diperpanjang secara otomatis. Anda bahkan bisa menggunakan deposito sebagai jaminan untuk fasilitas kredit. Khusus untuk produk deposito berjangka DBS, opsi tenor yang bisa dipilih mulai dari 7 hari, 14 hari, 1, 3, 6, hingga 12 bulan.
Mengenai masalah keamanan, Anda juga tak perlu khawatir karena di Indonesia, keamanan deposito dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Namun, untuk mendapatkan deposito yang berada dalam lindungan LPS, dana yang disimpan dalam deposito berjangka tidak boleh melebihi Rp 2 miliar dan suku bunga deposito tidak boleh melebihi suku bunga penjaminan.
Bagaimana Cara Menghitung Bunga Bank pada Deposito Berjangka?
Sebelum memutuskan untuk mendaftar program deposito berjangka, Anda mungkin ingin terlebih dulu mengetahui jumlah bunga yang akan Anda dapatkan. Agar bisa memahaminya secara lebih mudah, sebaiknya perhatikan contoh kasus berikut ini.
Mr. A ingin membuka tabungan deposito berjangka dengan dana sebesar Rp 10.000.000 dan tenor selama 6 bulan. Bunga bank yang ditetapkan per bulannya adalah 5%. Maka, perhitungannya bisa dilakukan dengan menerapkan rumus di bawah ini.
Keuntungan bunga deposito: suku bunga deposito x nominal dana x bulan : 12
                                                            5% x Rp 10.000.000 x 6 : 12 = Rp 250.000
Mari bandingkan jika Mr. A membuka tabungan deposito berjangka dengan dana dan bunga bank yang sama, tetapi tenornya lebih lama, yakni selama 12 bulan:
Keuntungan bunga deposito per bulan: 5% x Rp 10.000.000 x 12 : 12 = Rp 500.000
Perhitungan di atas menunjukkan bahwa semakin lama tenor yang dipilih dalam deposito berjangka, maka semakin banyak pula jumlah sukubunga pada deposito berjangka yang akan Anda terima.
Berbagai Kelebihan Deposito Berjangka
Apabila masih ragu untuk membuka rekening deposito berjangka, sebaiknya Anda memahami lebih jauh berbagai keunggulan produk perbankan satu ini terlebih dulu. Berikut adalah beberapa di antaranya.
·      Bunga bank lebih tinggi dari tabungan biasa – karena adanya jangka waktu yang diberikan, bunga bank pada deposito berjangka relatif lebih tinggi dari tabungan biasa. Itulah kenapa deposito juga dapat menjadi pilihan investasi yang menarik.
·      Risiko rendah – dijamin oleh LPS dengan syarat tertentu, tetapi dana deposito tidak boleh lebih dari Rp 2 miliar dan suku bunga maksimalnya adalah 7,5%.
·      Deposito sebagai jaminan – Deposito dapat berfungsi sebagai salah satu aset yang bisa menjadi jaminan untuk pinjaman ke bank. Tidak semua bank bersedia menerima jaminan dalam bentuk deposito. Salah satu bank yang menerapkan sistem ini adalah Bank DBS.


Perlu diingat pula bahwa deposito berjangka merupakan produk kena pajak. Jadi, keuntungan yang Anda terima akan dikenakan potongan pajak hingga 20%. Jangan khawatir, masih ada keuntungan 80% yang bisa Anda terima, kan?

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Bagaimana Cara Menghitung Bunga Bank pada Deposito Berjangka?